Sabtu, 24 Januari 2026

Khutbah Jum'at Menyelami kesempurnaan Islam

 

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ  وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ،

وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ،

وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

فَقَالَ تَعَالَى

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

أَمَّا بَعْدُ،

 

 

Jamaah sekalian yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,

dari atas mimbar ini kita senantiasa diingatkan untuk memperbaiki kualitas takwa kita kepada Allah SubhanahuwaTa’ala.

 

Takwa yang dimaksud adalah takwa yang benar, yaitu mengamalkan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan serta menjauhi apa yang Allah dan Rasul-Nya larang.

 

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menjadikan agama Islam sebagai agama yang sempurna, tanpa cacat, sesuai untuk setiap tempat dan zaman. Kapan pun dan di mana pun Islam diterapkan dengan benar, maka akan mendatangkan banyak kebaikan dan keselamatan.

 

Penting untuk kita ketahui bahwa sebelum diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, manusia berada dalam kejahilan yang luar biasa. Kemaksiatan tersebar di mana-mana. Hingga akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Rasul-Nya membawa wahyu, yang dengan wahyu tersebut terangkatlah kejahilan dan Allah menggantinya dengan kehidupan serta keadilan yang sempurna.

 

Maka sudah sepatutnya bagi kita sebagai seorang muslim untuk mempelajari, mengetahui, dan menyadari indah serta sempurnanya Islam. Dengan mempelajari Islam, pijakan kita dalam beragama akan menjadi kokoh. Sebaliknya, ketika seseorang jahil terhadap agamanya sendiri, maka hal itu berbahaya bagi dirinya dan bagi agamanya.

Banyak kita melihat orang yang menjual agamanya, menggadaikan agamanya demi harta, jabatan, atau hawa nafsu. Salah satu sebabnya adalah kejahilannya terhadap Islam, sehingga dia tidak menyadari bahwa dirinya berada di atas kebaikan yang luar biasa.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’idah ayat tiga, bahwa pada hari itu Allah telah menyempurnakan agama, mencukupkan nikmat, dan meridhai Islam sebagai agama. Kesempurnaan Islam mencakup lahir dan batin, pokok dan cabangnya. Al-Qur’an dan Sunnah telah cukup sebagai pedoman hidup seorang muslim.

 

Barang siapa menginginkan agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya dan di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.

Kesempurnaan Islam di antaranya adalah dijelaskannya segala sesuatu yang dibutuhkan umat. Al-Qur’an diturunkan sebagai penjelasan atas segala sesuatu, sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

 

Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa semua ilmu telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Inilah kebanggaan luar biasa bagi seorang muslim.

Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu pernah didatangi oleh seseorang yang ingin mencela Islam dengan mengatakan bahwa Nabi mengajarkan segala sesuatu. Salman menjawab dengan bangga bahwa benar, Nabi mengajarkan segala sesuatu, bahkan sampai adab buang hajat. Jawaban ini menunjukkan kebanggaan sahabat terhadap Islam.

Kesempurnaan Islam yang kedua adalah perhatian Islam terhadap lahir dan batin. Islam tidak hanya memperhatikan amalan lahir, tetapi juga amalan hati. Bahkan amalan hati lebih diutamakan. Percuma ibadah yang banyak jika hati dipenuhi penyakit. Islam memerintahkan untuk memperbaiki lahir dan batin agar menjadi muslim yang baik secara menyeluruh.

 

Kesempurnaan Islam yang ketiga adalah bahwa semua perintahnya mampu dilaksanakan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda bahwa apa yang dilarang harus ditinggalkan dan apa yang diperintahkan dilakukan sesuai kemampuan. Inilah kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Salat diperintahkan berdiri, jika tidak mampu maka duduk, jika tidak mampu maka berbaring. Betapa sempurnanya agama Islam ini. Maka pantas bagi kita untuk bangga terhadap Islam, bukan bangga kepada diri kita sendiri.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang ketika mendengar kebaikan, segera mengamalkannya.

 

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ

 

Khutbah Kedua

 

 عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

 

Khutbah Kedua

 

Khutbah yang pertama tadi kita sudah mendengar tentang sempurnanya agama Islam,

agama yang Allah Subhanahu wa Ta’ala muliakan dengan kesempurnaan tersebut.

Maka kesempurnaan Islam itu harus dipelajari dan diamalkan.Islam bukan ranah bagi kita untuk berinovasi.Bukan hak kita untuk menambahkan atau mengurangi ajaran Islam.

 

Karena sesuatu yang sudah sempurna, jika ditambahkan bukan semakin sempurna,justru menjadi cacat kesempurnaannya.Begitu pula jika dikurangi, maka akan merusak kesempurnaannya.

Contoh yang bisa kita ambil dalam perkara ini adalah sebagai berikut.

Ketika seseorang membangun sebuah perumahan,untuk proyek tersebut ia membutuhkan kusen pintu dan jendela.Ia memanggil tukang kayu dan berkata,“Pak, untuk perumahan ini kami membutuhkan kusen pintu dan jendela sekian ukuran.

 

”Misalnya dua kali tiga.

Tukang kayu tersebut senang dan langsung mengerjakannya.Namun di dalam hatinya ia berkata,

“Masya Allah, orang ini baik sekali memberi saya proyek.Kalau dia minta dua kali tiga, saya buatkan tiga kali lipat.Bayarnya tetap dua kali tiga, ini bentuk kebaikan saya.”

Ketika hasilnya diserahkan kepada pemilik perumahan,yang diminta dua kali tiga justru diberikan tiga kali empat.Apakah pemilik perumahan akan senang?

 

Tidak, justru ia akan marah karena barang tersebut menyelisihi apa yang diminta.

Maka demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.Apa yang beliau ajarkan telah sempurna.

Jika kita memiliki perasaan ingin menambahkan sesuatu yang datang dari Rasulullah bukan berarti itu sebuah kebaikan.Kebaikan yang sebenarnya adalah mengamalkan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tunjukkan dan apa yang beliau contohkan.

Ini adalah salah satu bentuk penghormatan kita terhadap kesempurnaan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan dan yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ajarkan.

Sikap kita sebagai seorang muslim terhadap kesempurnaan Islam adalah mempelajarinya dan mengamalkannya.Ini merupakan anugerah besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Apa pun profesi kita—pegawai, atasan, dokter, atau yang lainnya—tetap wajib mempelajari Islam dan mengamalkannya. Dengan itu kita akan melaksanakan ibadah, termasuk salat,

dengan rasa bangga, senang, dan penuh keyakinan. Hal ini akan memberikan pengaruh besar terhadap keistiqamahan kita dalam Islam.

 

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita orang-orang yang ketika mendengar kebaikan,

segera mengamalkan kebaikan tersebut.

 

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ

 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ dan آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى Layanan  مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا،

اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْعَادَانَا،

 أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا.

اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ

اللَّهُمَّ إِنَّا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لَنَا مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. dan اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ

 

Disalin dari Khutbah Jum’at Ustadz Nasir Umar Amr, Lc

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Andai Ini Ramadhan Terakhirku - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA

 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsan...