Ada tiga kelompok orang yang dido‘akan dengan kejelekan oleh
Jibril dan diaminkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka itu
adalah:
1.
Orang yang
mendapati bulan Ramadhan tetapi dia tidak diampuni (setelah keluar darinya-
2.
Orang yang
mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satunya, tetapi ia masuk ke
dalam Neraka.
3.
Orang yang
disebutkan di hadapannya nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi ia
tidak bershalawat kepadanya.
Sangat keterlaluan kalau
seseorang dosanya tidak terampuni padahal Allah berikan peluang sebesar
besarnya.
Suatu hari, Selesai dari Penguburan Jenazah salah seorang Sahabat, Rasulullah
Shollallahu Alaihi Wasallam menyatakan :
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ
إِلَّا وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ وَمَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ
Tidaklah ada Seorangpun di antara Kalian kecuali telah Ditulis (Ditetapkan)
tempat Duduknya di Neraka atau tempat Duduknya di Surga. ( BUKHARI & MUSLIM
)
1. Allah Azza wa Jalla menjadikan
puasa (di Bulan Ramadhan) merupakan rukun keempat di antara Rukun Islam. Sebagaimana firman-Nya:
( شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ
الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ
شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه) سورة البقرة: 185
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan,
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi
manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara
yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu
hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa
pada bulan itu”.[ Al-Baqarah/2: 185]
“Sesungguhnya Kami menurunkannya
pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi
peringatan.” [ Ad-Dukhan/44: 3]
Allah telah mengistimewakan bulan
Ramadhan dengan adanya Lailaul Qadar. Untuk menjelaskan keutamaan malam
yang barokah ini, Allah turunkan surat Al-Qadar, dan juga banyak hadits yang
menjelaskannya, di antaranya Hadits Abu Hurairah radhialahu ’anhu, dia berkata:
Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ
فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ , تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ
السَّمَاءِ , وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ , وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ
الشَّيَاطِينِ , لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ, مَنْ حُرِمَ
خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ ” رواه النسائي ( 2106 ) وأحمد (8769) صححه الألباني في
صحيح الترغيب
( 999 )
“Bulan Ramadhan telah tiba
menemui kalian, bulan (penuh) barokah, Allah wajibkan kepada kalian berpuasa.
Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu (neraka) jahim ditutup,
setan-setan durhaka dibelenggu. Padanya Allah memiliki malam yang lebih baik
dari seribu bulan, siapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya, maka sungguh
dia terhalang (mendapatkan kebaikan yang banyak).” [HR. Nasa’i, no. 2106, Ahmad, no.
8769. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih At-Targhib, no. 999]
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ
إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ . (رواه البخاري،
رقم 1910، ومسلم، رقم 760 )
“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam
Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapan (pahala), maka
dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” [HR. Bukhari, no. 1910, Muslim,
no. 760].
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا
وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di
Bulan) Ramadhan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia
akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu”.
ومن قام رَمَضَانَ إِيْمَانًا
وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
”Barangsiapa yang berdiri
(menunaikan shalat) di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap (pahala), maka
dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”.
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ
أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ
“Ketika datang (bulan) Ramadan,
pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan
dibelenggu”.
لله عند كل فطر عتقاء. (قال المنذري:
إسناده لا بأس به، وصححه الألباني في صحيح الترغيب، رقم 987)
“Pada setiap (waktu) berbuka, Allah ada orang-orang yang
dibebaskan (dari siksa neraka)” [Al-Munziri berkata: ”Sanadnya tidak mengapa”,
dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih At-Targhib, no. 987]
إن لله تبارك وتعالى عتقاء في كل يوم
وليلة _ يعني في رمضان _ , وإن لكل مسلم في كل يوم وليلة دعوة مستجابة “
“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala memberikan kebebasan
dari siksa neraka pada setiap malam –yakni di bulan Ramadan- dan sesungguhnya
setiap muslim pada waktu siang dan malam memiliki doa yang terkabul
(mustajabah)”.
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ
إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ
إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Dari shalat (ke shalat) yang lima waktu, dari Jum’at ke
Jum’at, dari Ramadan ke Ramadhan, semua itu dapat menghapuskan (dosa-dosa) di
antara waktu tersebut, jika menjauhi dosa-dosa besar.”
إنه
مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ
لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Bahwasiapa menunaikan qiyamul lail bersama imam hingga
selesai, dicatat baginya (pahala) qiyamul lail semalam (penuh)”. [Dishahihkan
oleh Al-Albany dalam kitab ‘Shalat Taraweh’, hal. 15]
أَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَلْقَى
النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ
الْقُرْآنَ
“Sesungguhnya Jibril bertemu Nabi sallallahu ’alaihi wa
sallam setiap malam di bulan Ramadhan dan membacakan (Al-Qur’an) kepadanya”. [HR.
Bukhari, no. 6, dan Muslim, no. 2308]. Membaca Al-Qur’an dianjurkan secara
mutlak, akan tetapi pada bulan Ramadan sangat ditekankan.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه
وسلم : ” مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ , غَيْرَ أَنَّهُ لا
يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
”Barangsiapa memberi buka (kepada) orang yang berpuasa, maka dia (akan
mendapatkan) pahala seperti orang itu, tanpa mengurangi pahala orang berpuasa
sedikit pun juga”. [HR.Tirmizi, no. 807, Ibnu Majah, no. 1746, dinyatakan
shahih oleh Al-Albany dalam shahih Tirmizi, no. 647].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar